Danang Eko Susanto Optimistis Investasi Balikpapan Capai Target Rp22 Triliun

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Realisasi investasi yang masuk ke Kota Balikpapan pada awal 2026 mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada triwulan pertama, realisasi investasi tercatat sekitar Rp3 triliun.

Meski demikian, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tetap optimistis target investasi sebesar Rp22 triliun hingga akhir 2026 dapat tercapai.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Balikpapan, Danang Eko Susanto, mengatakan perlambatan investasi pada awal tahun perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, pelayanan kepada investor harus terus ditingkatkan.

“Dalam memenuhi target Rp22 triliun 2026, DPMPTSP harus memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada para investor. Kondisi saat ini, para pengusaha sebelum menanamkan modal tentu melihat kondisi dan potensi ekonomi daerahnya,” ujar Danang, Rabu (12/8/2026).

Menurut Danang, sektor industri, perdagangan, dan jasa masih menjadi sektor yang mendominasi investasi di Balikpapan. Karena itu, pemerintah daerah perlu terus menciptakan kondisi yang mendukung dunia usaha.

Politikus Partai Gerindra yang juga merupakan legislator daerah pemilihan Balikpapan Selatan tersebut mendorong pemerintah memberikan kemudahan bagi para pengusaha, terutama setelah berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2025.

Perda tersebut diharapkan dapat memperkuat aspek perizinan sekaligus memberikan insentif yang mampu meningkatkan minat pelaku usaha untuk berinvestasi di Balikpapan.

“Kita harus memberikan kemudahan bagi pengusaha. Setelah berlakunya Perda Nomor 1 Tahun 2025, bagaimana perizinan dan insentif ini bisa diperkuat sehingga menggairahkan minat pengusaha untuk berinvestasi,” katanya.

Meski realisasi investasi pada awal tahun mengalami perlambatan, Danang tetap optimistis target Rp22 triliun dapat tercapai hingga akhir 2026.

Namun, optimisme tersebut harus dibarengi dengan upaya pemerintah daerah menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian hukum bagi investor.

“Saya tetap optimistis target Rp22 triliun sampai akhir 2026 dapat terpenuhi. Tetapi harus didukung upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang aman, nyaman, dan memberikan kepastian hukum kepada seluruh investor sebagai pelaku dunia usaha,” tegasnya.

Danang mengakui kondisi perekonomian di sejumlah sektor saat ini masih mengalami pelemahan. Kendati demikian, capaian investasi pada 2025 menunjukkan bahwa Balikpapan masih memiliki daya tarik bagi investor.

Ia menyebut realisasi investasi pada 2025 bahkan mampu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Awalnya diusulkan sebesar Rp23 triliun. Pada akhir 2025 ternyata melebihi target, yakni mencapai Rp26 triliun,” jelas Danang.

Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan itu menilai capaian tersebut menjadi modal optimisme bagi pemerintah daerah untuk kembali meningkatkan investasi pada 2026.

Menurutnya, konsistensi dalam memberikan kemudahan perizinan, pelayanan yang cepat, serta kepastian hukum menjadi faktor penting agar investor tetap menjadikan Balikpapan sebagai daerah tujuan investasi.

Dengan dukungan tersebut, Danang berharap target investasi Rp22 triliun pada akhir 2026 tidak hanya menjadi angka perencanaan, tetapi benar-benar dapat direalisasikan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Balikpapan.(mid)